Sunday, November 15, 2009
♥ minggu hujan
minggu pagi. hujan deras. enakan tetap berebah. ah, tapi lagilagi ayah suruh aku mandi segera. nyebelin :-*
setengah tujuh, membelah jalan. di bawah gerimis, tapi perlahan menipis. pasar sudah ramai. mengalahkan raung kendaraan, keras saling melaju.
aku sampai. kawan baik sms. "... kita doakan ... Mdh2n sj ini rejeki anakmu yg ke 2, amin". kemarin si mantan pacar kawanku itu juga telpon, tapi aku pas mandi. sama kasih support. jauh-jauh dari seberang lautan. thanks sist and bro...
selesai sudah. aku ingin sekali berebah. sekarang waktunya ... aku sudah siap, sangat siap. untukmu malaikat kecilku ...
setengah tujuh, membelah jalan. di bawah gerimis, tapi perlahan menipis. pasar sudah ramai. mengalahkan raung kendaraan, keras saling melaju.
aku sampai. kawan baik sms. "... kita doakan ... Mdh2n sj ini rejeki anakmu yg ke 2, amin". kemarin si mantan pacar kawanku itu juga telpon, tapi aku pas mandi. sama kasih support. jauh-jauh dari seberang lautan. thanks sist and bro...
selesai sudah. aku ingin sekali berebah. sekarang waktunya ... aku sudah siap, sangat siap. untukmu malaikat kecilku ...
Labels: coretan
Monday, November 09, 2009
♥ Tersisa
3:28 PM
arya: he he kliru sayang. emang skr dah tau yang 14.30 ki jam piro
me: kan bs diitung pake jari...
Aku tersenyum kecut. Arya bahkan masih ingat aku tak bisa dengan cepat menghitung jam di atas angka 12. Harus mengurutkan hitungan, atau dengan bantuan jari-jari. Hal terkecilku, paling sederhana. Sepele, tapi berasa begitu dekat dan dalam.
Tapi, ini rekam proses pembicaraan kami satu tahun lalu. Bukan tahun ini. Tiga bulan lalu. Kemarin. Bukan juga hari ini.
arya: he he kliru sayang. emang skr dah tau yang 14.30 ki jam piro
me: kan bs diitung pake jari...
Aku tersenyum kecut. Arya bahkan masih ingat aku tak bisa dengan cepat menghitung jam di atas angka 12. Harus mengurutkan hitungan, atau dengan bantuan jari-jari. Hal terkecilku, paling sederhana. Sepele, tapi berasa begitu dekat dan dalam.
Tapi, ini rekam proses pembicaraan kami satu tahun lalu. Bukan tahun ini. Tiga bulan lalu. Kemarin. Bukan juga hari ini.
Labels: flash fiction
Saturday, November 07, 2009
♥ entahlah
cinta dan sayang kau sampaikan
dengan penuh jarak dan benci
atau kau sengaja membuat lelah
supaya lepas dari intai
meski tetap saja
tak tahu atas dasar apa
dalam diam sering air mata menitik
meresapi bingung tanpa jawab
hati itu begitu angkara
marah itu begitu nanar
jelas kata terbantahkan
maaf juga tak terterima
dalam diam sering air mata menitik
karena aku masih manusia
tak bisa abai dan lupa begitu saja
selalu merasa dan berasa
ingin tegas sikap selaras dengan kata
jika cinta dan rindu
sampaikanlah dengan ramah dan luluh
karena aku masih manusia
seolah kau sudah seperti tuhan
menjadi yang maha
bisa semena tanpa rasa
diam seribu bahasa abaikan lolong nestapa
teriakan sakit dan ribuan tanya
tak ada empati dan mau koreksi
seolah kau sudah seperti tuhan
entah kapan
angkuhmu akan hancur
ramahmu akan tumbuh
sayangmu akan tersemai
rindumu akan terurai
menyiram haus ini
entah kapan
atau memang sudah tak ada
waktu dan tempat untukku lagi ...
Labels: coretan
Friday, November 06, 2009
♥ Mengenang...
hari jumat, sebelum dua hari libur. nggak ngapa-ngapain, cuma bengong di depan lepi. ngerjain tugasnya dalam bayangan saja. memeng. besok dan besok, buntutnya juga tidur. dasar! tapi asyik. malah buka-buka arsip lama. kembali ke banyak kenangan.
"orang lain bahagia karena kita. punya momen indah bersama kita. ini mungkin cukup untuk menjelaskan tentang makna berarti," kata helma yang seorang dosen. hai, dia dosen kata-kata apa dosen jiwa ya... *PR untuk ditanyakan :)*
aku tak akan mengurai kenangan itu. satu postingan nggak bakal muat. aku cuma ingin membuka-buka saja. mengusir jenuh, ngantuk, juga kosong. menikmati kenangan itu sendirian. "kadang-kadang menikmati butuh kesendirian karena hanya kita sendiri yang tahu seberapa besar kenikmatan itu bagi kita," kata nina, aktivis sandal gunung.
ya ya, kalian memang pintar menghiburku. tapi lumayan. gerah siang jadi sedikit semriwing. dan paling nggak, aku masih berarti untuk kalian berdua dan akan kita nikmati kenangan kita bersama-sama.
"orang lain bahagia karena kita. punya momen indah bersama kita. ini mungkin cukup untuk menjelaskan tentang makna berarti," kata helma yang seorang dosen. hai, dia dosen kata-kata apa dosen jiwa ya... *PR untuk ditanyakan :)*
aku tak akan mengurai kenangan itu. satu postingan nggak bakal muat. aku cuma ingin membuka-buka saja. mengusir jenuh, ngantuk, juga kosong. menikmati kenangan itu sendirian. "kadang-kadang menikmati butuh kesendirian karena hanya kita sendiri yang tahu seberapa besar kenikmatan itu bagi kita," kata nina, aktivis sandal gunung.
ya ya, kalian memang pintar menghiburku. tapi lumayan. gerah siang jadi sedikit semriwing. dan paling nggak, aku masih berarti untuk kalian berdua dan akan kita nikmati kenangan kita bersama-sama.
Labels: kata hati
Thursday, October 29, 2009
♥ “Men are from Mars-Women are from Venus”
Egoisme adalah salah satu sifat bawaan lahir manusia yang memang dipunyai oleh semua orang, namun bagaimana proses mengatur ego itu yang menjadi permasalahan sekarang. Pun begitu dengan hubungan sepasang kekasih atau keluarga dalam rumah tangga. Dalam rumah tangga yang harmonis masing-masing pihak yaitu suami atau istri dapat menghargai satu sama lain artinya mereka dapat menerima perbedaan-perbedaan yang pada intinya adalah dapat mengatur ego masing-masing. Kalau sama-sama keras kepala ( stubborn ) yang ada diantara pasangan tersebut ketidakcocokan, pertengkaran bahkan perceraian yang akan terjadi. Seringkali kita mendengar proses perceraian dalam rumah tangga disebabkan oleh hal yang sangat sepele, misal istri tidak pengertian, suami sering pulang terlambat atau hal-hal lain yang sebetulnya tidak prinsip. Dari hal-hal kecil tersebut kalau tidak diantisipasi sedini mungkin akan berakibat fatal. Apabila laki-laki dan perempuan sanggup menghargai dan menerima perbedaan-perbedaan mereka, cinta mempunyai peluang untuk tumbuh berkembang secara abadi dalam setiap pasangan-pasangan yang ada. Melalui pemahaman akan perbedaan-perbedaan lawan jenis yang tersembunyi, kita lebih dapat berhasil memberi dan menerima cinta yang ada dalam hati kita.
Ketika kita berbicara karakter laki-laki, terkadang ada hal-hal aneh yang tidak dimengerti oleh perempuan. Kehidupan orang-orang Mars ( kaum lelaki ) yang menghargai kekuasaan, ketrampilan, efisiensi dan prestasi. Sehingga keilmuan, kekuatan, kecerdasan, eksistensi diri menjadi simbol dari "kekuatan laki-laki". Tanpa hal itu yang dimiliki oleh makhluk dari Mars akan sulit rasanya untuk berbangga diri apalagi kalau dilakukan didepan makhluk dari Venus. ya memang itulah karakter orang-orang Mars yang identik dengan kekuatan dan rasio. Pemahaman atas sifat khas orang Mars ini dapat menolong kaum perempuan untuk memahami mengapa kaum laki-laki sangat tak suka koreksi atau diberitahu apa yang harus dilakukannya. Menawarkan nasihat yang tidak diinginkan kepada laki-laki sama dengan menganggap ia tak tahu apa yang mesti dilakukan atau bahwa ia tak dapat melakukannya sendiri. Kaum laki-laki sangat sensitif dalam hal ini, sebab masalah keahlian sangat penting baginya. karena ingin menangani kesulitan-kesulitannya sendiriian, penduduk Mars jarang membicarakan masalah-masalahnya, kecuali jika ia membutuhkan nasihat ahli.
Apa yang terjadi di Venus yang identik dengan perasaan,emosi, kelemahlembutan kontras sekali dengan apa yang terjadi di Mars. Penduduk Venus mempunyai nilai yang berbeda dengan Mars. Kedamaian, rasa cinta, saling tolong menolong hidup penuh dengan keselarasan dan keseimbangan sangat diharapkan oleh para penghuni planet ini. Orang-orang Venus sangat intuitif. Mereka telah mengembangkan kemampuan itu karena berabad-abad lamanya untuk mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan orang lain. Mereka membanggakan diri karena memperhatikan kebutuhan dan perasaan-perasaan orang lain. Tanda cinta yang besar ialah menawarkan bantuan dan kerjasama dengan penduduk Venus yang lain tanpa diminta.
Perempuan itu perlu menerima: perhatian, pengertian, hormat, kesetiaan, penegasan, dan jaminan. Laki-laki perlu menerima: kepercayaan, penerimaan, penghargaan, kekaguman, persetujuan, dan dorongan.
* dari resensi buku karya John Gray, Ph.D
Ketika kita berbicara karakter laki-laki, terkadang ada hal-hal aneh yang tidak dimengerti oleh perempuan. Kehidupan orang-orang Mars ( kaum lelaki ) yang menghargai kekuasaan, ketrampilan, efisiensi dan prestasi. Sehingga keilmuan, kekuatan, kecerdasan, eksistensi diri menjadi simbol dari "kekuatan laki-laki". Tanpa hal itu yang dimiliki oleh makhluk dari Mars akan sulit rasanya untuk berbangga diri apalagi kalau dilakukan didepan makhluk dari Venus. ya memang itulah karakter orang-orang Mars yang identik dengan kekuatan dan rasio. Pemahaman atas sifat khas orang Mars ini dapat menolong kaum perempuan untuk memahami mengapa kaum laki-laki sangat tak suka koreksi atau diberitahu apa yang harus dilakukannya. Menawarkan nasihat yang tidak diinginkan kepada laki-laki sama dengan menganggap ia tak tahu apa yang mesti dilakukan atau bahwa ia tak dapat melakukannya sendiri. Kaum laki-laki sangat sensitif dalam hal ini, sebab masalah keahlian sangat penting baginya. karena ingin menangani kesulitan-kesulitannya sendiriian, penduduk Mars jarang membicarakan masalah-masalahnya, kecuali jika ia membutuhkan nasihat ahli.
Apa yang terjadi di Venus yang identik dengan perasaan,emosi, kelemahlembutan kontras sekali dengan apa yang terjadi di Mars. Penduduk Venus mempunyai nilai yang berbeda dengan Mars. Kedamaian, rasa cinta, saling tolong menolong hidup penuh dengan keselarasan dan keseimbangan sangat diharapkan oleh para penghuni planet ini. Orang-orang Venus sangat intuitif. Mereka telah mengembangkan kemampuan itu karena berabad-abad lamanya untuk mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan orang lain. Mereka membanggakan diri karena memperhatikan kebutuhan dan perasaan-perasaan orang lain. Tanda cinta yang besar ialah menawarkan bantuan dan kerjasama dengan penduduk Venus yang lain tanpa diminta.
Perempuan itu perlu menerima: perhatian, pengertian, hormat, kesetiaan, penegasan, dan jaminan. Laki-laki perlu menerima: kepercayaan, penerimaan, penghargaan, kekaguman, persetujuan, dan dorongan.
* dari resensi buku karya John Gray, Ph.D
Labels: artikel



